Revolusi Dunia Pendidikan Sains Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics) – Dunia pendidikan mengalami perkembangan yang pesat akibat dari tuntutan dunia kerja dan juga perubahan pola pikir dari masyarakat. Pembelajaran yang dulunya berpusat pada guru, diganti menjadi berpusat pada peserta didik, dan guru berganti peran menjadi fasilitator. Untuk itu model pembelajaran diharuskan menarik dan interaktif sehingga peserta didik dapat belajar secara mandiri.

Revolusi Dunia Pendidikan Sains Berbasis STEM

Proses pembelajaran merupakan kegiatan yang dijalani oleh peserta didik dalam upaya mencapai tujuan pendidikan. Proses pembelajaran ini berlangsung dalam interaksi antar komponen-komponen peserta didik dan pendidik dengan muatan tujuan pendidikan, dalam konteks ini pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika semua komponen dalam pendidikan dapat saling terkait. Dalam surat An-Nahl : 103

STEM

Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: “Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)”. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa ‘Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.

Proses belajar telah diajarkan nabi Muhammad ketika ayat suci Al-Qur’an diturunkan, dan kita umat muslim diwajibkan untuk mempelajari dan mengamalkan dalam kehidupan. Proses belajar dalam Al-Qur’an mengajarkan bahwa isi dalam Al-Qur’an berupa tuntunan yang membawa manusia ke zaman yang terang dan dalam kebaikan.

Salah satu inovasi pembelajaran yang baru-baru ini diterapkan dan mengacu pada pendidikan yang terdapat di Amerika yaitu STEM. STEM adalah singkatan dari science, technology, engineering, dan mathematics. Kata STEM diluncurkan oleh National Science Foundation AS pada tahun 1990-an sebagai sebagai tema gerakan reformasi pendidikan dalam keempat bidang  disiplin tersebut untuk menumbuhkan angkatan kerja bidang-bidang STEM, serta mengembangkan warga negara yang melek STEM, serta meningkatkan daya saing global AS dalam inovasi iptek (Hanover Research, 2011).

Revolusi Dunia Pendidikan Sains Berbasis STEM

Gerakan reformasi pendidikan STEM ini didorong oleh laporan-laporan studi yang menunjukkan kekurangan kandidat untuk mengisi lapangan kerja dalam bidang-bidang STEM, tingkat literasi yang signifikan dalam masyarakat tentang isu-isu terkait STEM, serta posisi capaian siswa sekolah menengah AS dalam TIMSS dan PISA (Roberts, 2012). Dewasa ini komitmen AS terhadap gerakan pendidikan STEM diwujudkan dalam bentuk dukungan anggaran dari pemerintah,  dukungan kepakaran dari banyak perguruan tinggi, serta dukungan teknis dari dunia industri, bagi pengembangan dan implementasi pendidikan STEM.

Sejauh ini gerakan pendidikan STEM telah bergema di berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang, yang memandang pendidikan STEM sebagai jalan keluar bagi masalah kualitas SDM dan daya saing masing-masing negara. Oleh sebab itu R & D dalam pendidikan STEM menjadi tema yang semakin mendominasi wacana dalam konferensi dan publikasi ilmiah internasional dalam bidang pendidikan. Kesadaran akan pentingnya pendidikan STEM telah mulai muncul di kalangan pakar pendidikan di Indonesia, sehingga banyak kelompok studi di perguruan tinggi melakukan penelitian dan pengembangan pendidikan STEM. Tesis dan disertasi dalam bingkai pendidikan STEM pun kini telah mulai bermunculan. Paparan selanjutnya dalam makalah ini mengetengahkan konsep dan pengembangan pembelajaran dengan framework pendidikan STEM, serta peluang penelitian dan pengembangan dalam tema pendidikan STEM dalam konteks Indonesia.

Pendidikan STEM  memberikan peluang kepada guru untuk memperlihatkan kepada peserta didik betapa konsep, prinsip, dan teknik dari sains, teknologi, enjiniring, dan matematika digunakan secara terintegrasi dalam pengembangan produk, proses, dan sistem yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari mereka. STEM sangat linier dengan kurikulum 2013 sebagaimana dinyatakan dalam Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum 2013 Jenjang Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (Kemdikbud, 2013), bahwa kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia.  Dinyatakan pula dalam dokumen tersebut bahwa salah satu pola pikir baru yang digunakan sebagai dasar  pengembangan. Konsep pendidikan STEM berbasis dengan penggunaan teknologi guna mendukung proses pembelajaran.

Pendidikan STEM merupakan gerakan global dalam praktik pendidikan yang mengintegrasikan dengan berbagai pola integrasi untuk mengembangkan kualitas SDM yang sesuai dengan tututan keterampilan Abad ke-21. Pembelajaran sains berbasis STEM sebagai salah satu wujud dari pendidikan STEM kompatibel dengan sistem kurikulum yang berlaku di Indonesia masa kini.

Revolusi Dunia Pendidikan Sains Berbasis STEM

Published by Eswahyudi Kurniawan

Guru Kimia SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo - Jawa Tengah. "Seorang pendidik asal kampung yang ingin berbagi ilmu untuk semua".

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *