Artikel Selamat Hari Guru 2018 : “Berubah atau Kalah” Menyambut Revolusi Industri 4.0 European Parliamentary Research Service dalam Davies (2015) menyampaikan bahwa revolusi industri terjadi empat kali. Revolusi industri pertama terjadi di Inggris pada tahun 1784 di mana penemuan mesin uap dan mekanisasi mulai menggantikan pekerjaan manusia. Revolusi yang kedua terjadi pada akhir abad ke-19 di mana mesin-mesin produksi yang ditenagai oleh listrik digunakan untuk kegiatan produksi secara masal. Penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manufaktur mulai tahun 1970 menjadi tanda revolusi industri ketiga. Saat ini, perkembangan yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri. Gagasan inilah yang diprediksi akan menjadi revolusi industri yang berikutnya.

Artikel Selamat Hari Guru 2018

“Berubah atau Kalah” Menyambut Revolusi Industri 4.0

BACA JUGA YA :

Artikel Selamat Hari Guru 2018 : Peran Guru Dalam Mewujudkan Tujuan Pendidikan

Revolusi Dunia Pendidikan Sains Berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics)

Angka empat pada istilah Industri 4.0 merujuk pada revolusi yang ke empat. Industri 4.0 merupakan fenomena yang unik jika dibandingkan dengan tiga revolusi industri yang mendahuluinya. Industri 4.0 diumumkan secara apriori karena peristiwa nyatanya belum terjadi dan masih dalam bentuk gagasan.

Fenomena yang terjadi di sekitar kita merupakan sebuah potret ketidaksiapan kita dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Konflik antara Ojek Pangkalan dengan Ojek yang berbasis aplikasi merupakan salah satu contoh raport merah sebuah peradaban yang tidak siap akan adanya perubahan. Memang sesuatu yang manusiawi bahwa perubahan dan atau perbedaan menjadi salah satu sumber terjadinya konflik dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itulah perlu adanya sebuah perubahan mindset dalam cara berpikir maupun bertindak sehingga meminimalisir terjadinya konflik.

Pada dasarnya peluang sangat terbuka lebar bagi siapa saja yang mau maju. Maju artinya bergerak, berpindah ke depan yang bermakna ke arah yang lebih baik dari sebelumnya. Senada dengan definisi belajar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.” Di sisi lain Allah telah berfirman “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S. Ar Ra’d ; 13 : 11). Ilmu merupakan kunci dari sebuah kesuksesan. Hanya saja selayaknya ikan yang didapat dengan memancing, ilmu tak akan didapat dari suatu proses pembelajaran. Imam Syafi’i dalam  al-Majmu syarh al-Muhadzab juz 1 hal 20, memberikan beberapa kalimat akan pentingnya ilmu. “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah berilmu. Barangsiapa yang menginginkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. Barangsiapa yang menginginkan keduanya, maka hendaklah dengan ilmu.”

Lanjut ke halaman 2

Published by Eswahyudi Kurniawan

Guru Kimia SMA Islam Al Azhar 7 Sukoharjo - Jawa Tengah. "Seorang pendidik asal kampung yang ingin berbagi ilmu untuk semua".

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *