Pengertian Besaran Fisika, Dimensi dan Notasi Ilmiah | Download Materi Fisika Kelas X
Besaran Fisika : Besaran Pokok dan Besaran Turunan
Sebagai contoh, diandaikan periode bandul sederhana dirumuskan dengan Analisis dimensi menunjukkan bahwa kedua ruas persamaan ini memiliki dimensi yang sama. Akan tetapi, rumus di atas tidak benar, sebab periode ayunan bandul sederhana dirumuskan dengan Tetapan 2tr( tidak lapat diperoleh dari analisis dimensi. Dengan dimensi, kita dapat mengungkapkan suatu identitas dua besaran fisika yang riampaknya berbeda. Sebagai contoh, energi kinetik dan usaha. Di SMP, Anda telah mempelajari bahwa energi kinetik dirumuskan dengan m adalah massa benda dan v adalah kelajuan benda. Dimensi m adalah [M], dimensi kelajuan adalah [L] [T-1], sedangkan angka – 2 merupakan suatu tetapan yang tidak mempunyai dimensi.
Sebagaimana telah Anda pelajari di SMP, usaha W didefinisikan sebagai gaya kali jarak: Seperti telah dibahas pada Contoh Soal 2.2, dimensi F adalah [M] [L] [T-21, sedangkan dimensi jarak adalah [L]. Jadi, Nampak bahwa energi kinetik dan usaha mempunyai dimensi yang sama. Oleh karena itu, energi kinetik dan usaha sebenarnya merupakan dua besaran yang sama. Hal ini akan dibicarakan lebih lanjut pada pembahasan usaha dan energi.
Dengan analisis dimensi, kita dapat melihat kebenaran suatu rumus atau persamaan. Perlu diketahui, kedua ruas suatu rumus atau persamaan harus mempunyai dimensi yang sama. Dengan memperhatikan dimensinya, kita dapat terhindar dari kesalahan dalam menuliskan suatu rumus atau persamaan.
Sebagai contoh, hubungan antara jarak x dan waktu t sebuah benda yang bergerak dengan percepatan a dari keadaan diam adalah x = 1/2at2. bimensi jarak x adalah [L], dimensi percepatan a adalah
[L] [T]-2, dan dimensi waktu t adalah [T].
Jadi, Sebagaimana telah dijelaskan di depan, angka merupakan tetapan yang 2 tidak mempunyai dimensi. Karena ruas kiri sama dengan ruas kanan, sehingga rumus tersebut mungkin benar. Jadi, kita mestinya tidak membuat 60- kesalahan dengan menulis rumus x = —2 at atau x = —2 at , sebab analisis dimensi menunjukkan bahwa pada kedua rumus ini dimensi ruas kiri tidak sama dengan dimensi ruas kanan. Analisis dimensi juga sering berguna untuk menyusun sebuah persamaan.
Perlu diketahui, konsep gaya sentripetal ini baru akan Anda pelajari di bab 3. Rumus gaya sentripetal yang sebenarnya adalah F = mv2 I r. Analisis dimensi hanya menjelaskan hubungan antarvariabel, tidak menjelaskan cara menentukan tetapan. Hanya suatu kebetulan bahwa dalam contoh soal ini kita memperoleh hasil yang sama persis dengan yang diharapkan.
Notasi Ilmiah
Fisika selalu berhubungan dengan bilangan-bilangan yang sangat besar dan bilangan-bilangan yang sangat kecil. Misal, jarak bintang yang paling dekat adalah massa elektron. Nampak bahwa kedua bilangan ini memerlukan tempat penulisan yang lebar, sehingga tidak efektif. Di samping itu, dengan penulisan ini kita akan mengalami kesulitan dalam perhitungan. Untuk mengatasi persoalan ini, kita dapat menggunakan notasi “pangkat 10” atau dikenal pula dengan istilah notasi ilmiah.
Untuk bilangan-bilangan yang sangat besar atau sangat kecil, biasanya dinyatakan dengan 1 <a< 10 disebut bilangan penting, dan n bilangan bulat. Untuk menuliskan bilangan dengan notasi ilmiah, digunakan aturan sebagai berikut. Pindahkan tanda desimal (koma) sampai hanya tersisa satu angka di sebelah kiri tanda desimal tersebut. 2. Hitunglah jumlah angka yang dilalui oleh tanda desimal. Jumlah angka ini menunj ukkan nilai n (pangkat dari 10). Untuk menjelaskan aturan ini, marilah kita bahas dua bilangan di atas. Jarak bintang yang paling dekat dapat pula dituliskan sebagai 40.400.000.000.000.000,0 m koma tanda desimal mula-mula.
Sekarang, pindahkan tanda desimal ke kiri, sampai hanya tersisa satu angka di sebelah kiri tanda desimal tersebut. Jadi, 4,0.400.000.000.000.000.0 m koma tanda desimal akhir
Nampak bahwa banyaknya angka yang dilalui oleh tanda desimal adalah n= 16. Banyaknya angka tersebut menyatakan eksponen positif. Jadi, dengan notasi ilmiah jarak bintang yang paling dekat adalah 40.400.000.000.000.000 m = 4,04 x 1016 m.
Untuk menyatakan massa elektron dengan notasi ilmiah, geserlah tanda desimal ke kanan, sehingga menjadi
0,0000000000000000000000000000009,1 kg koma tanda desimal mula-mula korria tanda desimal akhir.
Banyaknya angka yang dilalui oleh tanda desimal adalah n = 31. Banyaknya angka tersebut menyatakan eksponen negatif.
Jadi, dengan notasi ilmiah massa elektron adalah 0,00000000000000000000000000000091 kg = 9,1 x 10-31 kg.
Bagaimanakah operasi perkalian dan pembagian dengan notasi ilmiah? Telah diketahui bahwa 10 x 10 – 100 = 102, 10 x 10 x 10 = 1.000 = 103, 10 x 10 x 10 x 10 x 10 x 10 = 1.000.000 = 106.Demikian tadi materi Fisika kelas X dengan materi Pengertian Besaran Fisika, Dimensi dan Notasi Ilmiah. Untuk soal mengenai besaran Fisika, dimensi dan notasi ilmiah akan kami update di web ini. Jangan lupa kunjungi laman RPP Fisika:
Download RPP Fisika Kelas XI 4C
Download Pembahasan Kimia SBMPTN 2018