Pembahasan Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF
Link Download Soal dan Pembahasan OSK Kimia 2018

Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 6
Di antara larutan garam dengan konsentrasi 0,1 M berikut yang memberikan nilai pH paling tinggi adalah
A. NaCl
B. NaNO3
C. NaClO4
D. NaHSO4
E. NaHCO3
Pembahasan Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 6
pH yang paling tinggi dimiliki oleh larutan yang bersifat basa. Kalau larutan itu garam yang memiliki pH tinggi biasanya adalah garam-garam dari basa kuat dengan asam lemah.
NaCl → dari basa kuat + asam kuat
NaNO3 → dari basa kuat + asam kuat
NaClO4 → dari basa kuat + asam kuat
NaHSO4 → dari basa kuat + asam kuat
NaHCO3 → dari basa kuat + asam lemah
Kunci jawaban Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF : E.
Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 7
Di antara larutan dalam air berikut:
i. 0,2 M HF
ii. 1,5 M CH3COONa
iii. 3,0 M NH4Br
iv. 0,5 M NH3
v. 0,85 M FeCl3
yang mempunyai pH di bawah 7,0 adalah
A. i, iii, v
B. ii, iv
C. i, ii, iii
D. hanya i
E. tidak ada, semua bersifat basa
Pembahasan Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 7
pH larutan di bawah 7 dimiliki oleh larutan yang bersifat asam, atau kalau larutan itu garam biasa garam asam kuat dengan basa lemah.
0,2 M HF → asam lemah, pH < 7
1,5 M CH3COONa → dari basa kuat + asam lemah, pH > 7
3,0 M NH4Br → dari basa lemah + asam kuat, pH < 7
0,5 M NH3 → basa lemah, pH > 7
0,85 M FeCl3 → dari basa lemah + asam kuat, pH < 7
Kunci jawaban Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF : A.
Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 8
Ke dalam alr HCl 4 M ditambahkan padatan berikut:
i. Zn
ii. Cu
iii. Na2SO3
iv. Na2SO4
Padatan yang akan menghasilkan gas ketika ditambaghkan ke dalam larutan HCl 4 M adalah
A. hanya i
B. hanya ii
C. Hanya i dan iii
D. i, ii, dan iii
E. Tidak ada reaksi yang menghasilkan gas
Pembahasan Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 8
Zn(s) + 2HCl(aq) → ZnCl2(aq) + H2(g)
Cu(s) + 2HCl(aq) → Tidak dapat berlangsung, daya reduksi Cu lebih kecil dibanding H.
Na2SO3(s) + 2HCl(aq) → H2O(l) + 2NaCl(aq) + SO2(g)
Na2SO4(s) + 2HCl(aq) → 2NaCl(aq) + H2SO4(aq)
Kunci jawaban Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF : C.
Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 9
Panjang ikatan O–O  yang paling pendek terdapat dalam molekul:
- O2
- O3
- H2O2
- O2F2
- H2S2O8
Pembahasan Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 9
Maksud soal ini adalah membandingkan manakah ikatan yang paling pendek bila atom O membentuk ikatan. Jadi bukan hanya ikatan tunggal O–O, tetapi boleh ikatan rangkap (dobel), intinya manakah ikatan antara O dengan O yang paling pendek.
Di antara pilihan yang tersedia hanya O2 (O=O) yang memiliki ikatan rangkap yang murni tanpa pengaruh dari atom lain. Jadi ikatan O dengan O paling pendek diprediksi dimiliki oleh O2 .
Kunci jawaban Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF : A.
Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 10
Berdasarkan teori VSEPR, pasangan molekul/ion yang memiliki geometri segiempat planar adalah
A. NH4+ dan S2O32–
B. CCl4 dan SiF4
C. SO42– dan BF4–
D. ICl4– dan XeO4
E. POF3 dan SF4
Pembahasan Soal OSN Kimia 2018 Tingkat Kabupaten (OSK) PDF Nomor 10
Molekul atau ion akan memiliki geometri segiempat plnar bila memiliki rumus umua AX4E2 pada teori VSEPR. Terdapat 4 ikatan dan 2 PEB.
Analisis:
NH4+→ N memiliki 5 elektron valensi (anggaplah dilepas 1 elektron) sisa 4 elektron, kemudian digunakan berikatan dengan 4 atom H. Tanpa sisa elektron bebas → AX4
S2O32–→ S dan O masing-masing memiliki 6 elektron valensi, total elektron valensi dan muatan = (6×5) + 2 = 32 elektron
Jumlah ikatan = 32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa atau tanpa PEB → AX4
CCl4→ C memiliki 4 elektron valensi dan setiap Cl memiliki 7 elektron valensi, total elektron valensi = 4+(7×4) = 32 elektron
Jumlah ikatan = 32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa atau tanpa PEB → AX4
SiF4→ Si memiliki 4 elektron valensi dan setiap F memiliki 7 elektron valensi, total elektron valensi = 4+(7×4) = 32 elektron
Jumlah ikatan = 32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa atau tanpa PEB → AX4
SO42–→ S dan O masing-masing memiliki 6 elektron valensi, total elektron valensi dan muatan = (6×5) + 2 = 32 elektron
Jumlah ikatan = 32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa atau tanpa PEB → AX4
BF4–→ B memiliki 3 elektron valensi dan setiap F memiliki 7 elektron valensi, terdapat 1 muatan negatif, total elektron valensi = 3+(7×4)+1= 32 elektron
Jumlah ikatan = 32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa atau tanpa PEB → AX4
ICl4–→ I memiliki 7 elektron valensi ; setiap Cl memiliki 7 elektron valensi, terdapat 1 muatan negatif, total elektron = 7+(7×4)+1= 36 elektron; 36/8 = 4 PEI, sisa 4 elektron, 4/2 = 2 PEB,→ AX4E2
XeO4→ Xe memiliki 8 elektron valensi, O masing-masing memiliki 6 elektron valensi, total elektron valensi = 8+(6×4) = 32 elektron
32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa, → AX4.
POF3→ P memiliki 5 elektron valensi, O memiliki 6 elektron valensi, setiap F memiliki 7 elektron valensi, total elektron valensi = 5+6+(7×3) = 32 elektron
32/8 = 4 ikatan, tanpa sisa, → AX4.
SF4→ S memiliki 6 elektron valensi dan setiap F memiliki 7 elektron valensi, total elektron valensi = 6+(7×4) = 34 elektron
Jumlah ikatan = 34/8 = 4 ikatan, sisa 2 elektron atau 1 PEB → AX4E.
Tidak ada pilihan yang tepat untuk soal ini.
8 Komentar